Jatuh Cinta Itu Biasa Saja

2:50:00 PM

#NP Efek Rumah Kaca - Jatuh Cinta Itu Biasa Saja


Jatuh cinta hanya sebatas rekayasa rasa, hingga pada akhirnya jatuh cinta terlihat biasa saja. Tanpa ada paksaan, tanpa inisiatif apapun, mata dan hati ter-sinkron dengan sendirinya ketika melihat seseoarang yang wah ketika pertama dilihat. Selanjutnya ada istilah "Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama". Tidak ada yang salah dengan istilah tersebut, namun tanpa disadari proses jatuh cinta pada pandangan pertama itu bisa terjadi berulang kali-pada orang yang berbeda.

Seharusnya jika ada jatuh-cinta-pada-pandangan-pertama, maka akan ada jatuh-cinta-pada-pandangan-kedua-ketiga-keempat, bahkan keseratus. Hahaha. Karena mencintai layaknya keluar di malam hari kemudian merasakan hembusan  angin malam, dingin dan tak tersentuh. Hanya bisa dirasakan tanpa bisa kita genggam dan memilikinya.

Begitu pun dengan rindu dan menunggu adalah dua hal yang penuh dengan ketidakpastian. Tapi terkadang kita sering dibodohi oleh dua hal tadi. Akal sehat membeku, pikiran logis terkikis hanya untuk merindukan dan menunggu sesuatu yang tidak pasti. Bagiku itu biasa saja.

Sebagian orang ada yang terlalu diperbudak dengan cinta. Yang katanya demi cinta dan karena sayang rela melakukan hal-hal konyol sampai melakukan sesuatu yang fatal. Rela ketika selaput dara rusak dan rela melayangkan keperjakaannya. Hanya karena dalih cinta.

Ayolah, cinta dan nafsu itu beda, tapi terkadang sulit dibedakan karena terbalut oleh kedok yang sama. Cinta itu harusnya ngejaga bukannya membuat sengsara. Pengalaman yang mengajarkanku hal ini, semuanya perlu proses. Karena aku juga manusia, yang pernah terjebak ke dalam lubang cinta yang dangkal. Dan bagiku ini juga biasa saja.

Siklus tersebut akan terus berjalan sampai kita merasakan yang namanya kehilangan. Lambat-laun hal ini akan menjadi biasa saja.

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih udah berkunjung ke blog gue yang gini-gini aja. Silahkan comment ya, kasih masukan juga ya biar kedepannya blog ini gak kebelakang.