Ketika, Ketika dan Ketika

4:28:00 PM

Pagiku gelap malam
Bahagiaku terpendam
Indahku kelam
Rasaku musnah
Ingatanku sirna
Ruangku sesak
Ragu sinar mentari
Layukan semua yakinku
Dahagaku ada
Tapi percayaku hilang
Harapanku susut nista
 Dilumat ego membara


Aku lelah
Aku bosan
Aku ingin berhenti bernafas


Seperti ini aku tak pantas berharap
waktu tak akan berpihak
Satu jalan yang lebih bijak
Pasrah terhadap takdir
Akan kuikuti kemana arah angin bertiup
Tujuanku telah menjadi mimpi buruk
Bosanku membeku
Menjadi batu kemurkaan
Jiwaku lumpuh
Digerogoti pahitnya kenyataan
Tiap kali senyumku tersimpul
Adalah kedok dari sakitku


Kini…..
Tak kan ada obsesi dalam hidupku
Menunggu dunia tersenyum padaku
Waktu berpihak dalam detak jantungku
Umurku termakan musnah

Menunggu
Airmataku pun beku
Kini darah adalah air mataku
Aku muak dengan keadaan ini

Aku ingin nafasku berhenti….

You Might Also Like

1 komentar

  1. isinya kayak lagi putus asa.. ;)
    semangat yah!!! :D

    ReplyDelete

Terima kasih udah berkunjung ke blog gue yang gini-gini aja. Silahkan comment ya, kasih masukan juga ya biar kedepannya blog ini gak kebelakang.